Cara Mengobati Penyakit Gula Kering

Diabetes adalah salah satu gangguan yang paling umum di dunia saat ini. Meskipun berbagai penelitian dilakukan dan tindakan pencegahan yang diambil, seseorang tidak bisa memprediksi siapa yang akan menderita diabetes. Tergantung pada jenis dan tingkat keparahan, setiap pasien diabetes harus diberikan obat diabetes.

Penyakit gula kering atau penyakit diabetes mellitus yang sering muncul dengan gejala sering haus, sering lapar, sering kencing, kesemutan, mudah ngantuk, lemas, berat badan cepat turun dan juga luka yang sering lama sembuh.

Penyakit gula ini bisa terjadi di semua kalangan usia, pada anak-anak biasa disebut dengan diabetes melitus tipe 1 IDDM (insulin dependen diabetes melitus) yaitu penyakit gula yang terjadi karena kegagalan pankreas untuk memproduksi insulin sehingga glukosa yang ada dalam darah tidak dapat dibentuk dan masuk ke dalam sel-sel tubuh sehingga penderita dengan tipe ini mengharuskan mendapat terapi insulin secara menyeluruh.

Pengobatan Diabetes Kering

Berikut Hal yang dapat anda lakukan untuk mengobati Diabetes Kering:

1. Melakukan aktivitas fisik secara rutin

Seorang penderita gejala diabetes sangat dianjurkan untuk selalu rutin melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga untuk membantu menurunkan kadar gula dalam darahnya. Latihan tersebut dapat berupa aerobik ringan, berenang, jogging, maupun jenis olahraga lainnya.

2. Operasi bariatrik

Yaitu operasi yang dilakukan dengan cara memotong sebagian dari usus kecil yang memiliki efek untuk menurunkan kadar gula darah. Resiko yang bisa ditimbulkan antara lain adalah kekurangan nutrisi dalam tubuh, osteoporosis, serta kematian.

3. Mengkonsumsi makanan sehat

Sangat penting bagi penderita diabetes untuk lebih memilih konsumsi bahan makanan yang kaya akan kandungan serat seperti buah-buahan, sayuran, maupun biji-bijian. Sumber makanan kaya serat biasanya memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga dapat membantu mengontrol kadar gula dalam darah.

4. Memantau kadar gula dalam darah

Terkadang, kadar gula dalam darah seseorang sangat sulit untuk diprediksi. Untuk itu, seorang penderita diabetes sebaiknya rajin untuk mengontrol gula darah ke dokter.

5. Dengan terapi insulin

Terapi ini dengan menggunakan beberapa jenis obat-obatan seperti :

  1. Meglitinides, obat ini bekerja seperti sulfonilurea yaitu dengan memproduksi lebih banyak insulin. Akan tetapi sistem kerja dari obat ini lebih cepat daripada sulfonilurea. Contoh obat ini adalah repaglinide (Prandin) dan nateglinide (Starlix).
  2. Thiazolidinediones, yaitu jenis obat yang dapat membuat jaringan tubuh lebih sensitif terhadap insulin. Efek samping dari penggunaan obat ini antara lain adalah penambahan berat badan, peningkatan risiko gagal jantung dan patah tulang. Contoh obat ini antara lain adalah Rosiglitazone (Avandia) dan pioglitazone (Actos).
  3. DPP-4 inhibitor, yaitu jenis obat yang dapat membantu mengurangi kadar gula darah, dengan efek samping yang cenderung lebih kecil. Contoh obat ini antara lain adalah sitagliptin (Januvia), saxagliptin (Onglyza) dan linagliptin (Tradjenta).
  4. Metformin, yaitu sejenis obat yang diresepkan dokter pada pasien diabetes yang gunanya untuk meningkatkan sensitivitas jaringan tubuh terhadap insulin sehingga tubuh dapat menggunakan insulin dengan lebih efektif. Selain itu, obat ini juga dapat menurunkan produksi glukosa pada organ hati. Penggunaan obat ini bisa menimbulkan efek samping seperti mual dan diare.
  5. Sulfonilurea, yaitu jenis obat yang berguna untuk meningkatkan jumlah produksi insulin. Contoh obat ini antara lain glyburide (seperti DiaBeta dan Glynase), glipizide (seperti Glucotrol), dan glimepiride (seperti Amaryl). Efek samping dari obat ini adalah penurunan kadar gula serta kenaikan berat badan pasien.
  6. GLP-1 receptor agonists, yaitu jenis obat yang dapat memperlambat proses pencernaan dan membantu menurunkan kadar gula darah. Efek samping yang dapat ditimbulkan antara lain adalah mual, serta dapat meningkatkan resiko pankreatitis. Contoh obat ini antara lain Exenatide (Byetta) dan liraglutide (Victoza).
  7. GLT2 inhibitor, yaitu jenis obat yang bekerja dengan mencegah ginjal dari reabsorbing gula dalam darah dan mengekskresikannya dalam urin. Efek samping yang mungkin ditimbulkan antara lain adalah infeksi ragi dan infeksi saluran kemih.
  8. Terapi insulin, terapi ini dilakukan sebagai pilihan terakhir dari pengobatan diabetes, yaitu dengan menyuntikkan insulin ke dalam tubuh pasien.