Obat Kanker Ovarium

Kanker ovarium adalah kanker yang tumbuh pada ovarium atau indung telur, kanker ini berada di posisi ke 7 paling umum menyerang kaum wanita. Kebanyakan wanita yang terserang kanker ovarium adalah usia 50 tahun ke atas atau sudah mengalami menopause, meskipun begitu kanker ovarium bisa juga menyerang wanita di segala usia. Ada 3 jenis kanker ovarium, ketiga jenis ini ditentukan dengan sel mana yang diserang oleh kanker tersebut dan juga obat kanker ovarium.

Yang pertama adalah kanker epitelial yang menyerang bagian yang membungkus ovarium, yang kedua adalah kanker stromal yang menyerang jaringan sel-sel penghasil hormon, dan yang ketiga adalah kanker sel germinal yang menyerang sel-sel penghasil telur. Jenis kanker ovarium yang sering menyerang wanita di usia yang lebih muda adalah kanker sel germinal.

Gejala-gejala kanker ovarium diantaranya adalah:

– Mudah merasa lelah

– Sering merasa kenyang

– Kembung terus menerus

– Kehilangan nafsu makan

– Sering muntah dan BAB

– Kehilangan berat badan

– Pendarahan pada vagina

– Ukuran perut yang membesar

– Sering merasa sakit perut

– Sering merasakan sakit kepala

  1. Pengobatan kanker ovarium dengan radioterapi

Menurut type jaringan yang berbeda pada kanker ovarium, maka tingkat kepekaan terhadap radioterapi juga berbeda, dysgerminoma paling peka terhadap radioterapi, granulosa sel tumor memiliki kepekaan sedang.

Epitel tumor juga memiliki tingkat kepekaan tertentu penyinaran setelah operasi diutamakan terhadap lesi tumor yang masih tersisa di rongga perut pasien yang masih ada tersisa lesi tumor kecil tetapi tidak terjadi adhesi di rongga perut dapat melakukan perfusi radionuklida pada saat 7-14 hari setelah operasi.

  1. Pengobatan kanker ovarium dengan cara tradisional China medikal

Pengobatan herbal tradisional China medikal terhadap kanker ovarium dilandasi dengan pandangan secara holistic (keseluruhan), menyesuaikan endokrin secara keseluruhan, agar peredaran darah lebih aktif dan sehat, karena bagi kaum wanita, darah merupakan materi dasar menstruasi.

Apabila fungsi organ terganggu, aliran energi dan darah juga terpengaruh, berdampak juga pada fungsi penyimpanan darah, dapat menyebabkan terjadinya banyak macam penyakit ginekologi.

  1. Pengobatan kanker ovarium dengan kemoterapi

Pengobatan kanker ovarium dengan kemoterapi merupakan pengobatan bantuan yang utama untuk kanker ovarium. estimasi operasi pengangkatan tumor yang sulit, maka sebelum operasi terlebih dahulu dilakukan kemoterapi sebanyak 1-2 kali, dapat meningkatkan efektifitas operasi pengangkatan.

Kemoterapi setelah operasi dapat mencegah kambuh bagi operasi pengangkatan yang tidak bersih, dengan kemoterapi memperoleh penangguhan sementara bahkan dapat memperpanjang jangka hidup bagi yang tidak dapat dilakukan operasi pengangkatan, kemoterapi dapat membuat tumor mengecil, mudah digerakkan, menciptakan kondisi untuk operasi lagi.

  1. Pengobatan kanker ovarium dengan operasi

Secara umumnya, operasi pembedahan adalah cara utama dalam pengobatan kanker ovarium, akan tetapi dengan operasi masih belum bisa membersihkan secara tuntas lesi yang sangat kecil di dalam tubuh pasien kanker ovarium, oleh karena itu dapat timbul metastasis dan kekambuhan setelah operasi

  1. Pengobatan kanker ovarium dengan immunoterapi

Melalui penelitian klinis dan hasil pengalaman selama bertahun-tahun, merekomendasikan suatu metode pengobatan yang khas untuk pengobatan kanker ovarium immunoterapi, sebagai dasar metode pengobatan ini ialah di dalam sistem kekebalan tubuh manusia

Memiliki immunosel yang mempunyai fungsi identifikasi dan penekanan yang baik terhadap sel tumor, melalui sel-sel immun ini berhasil mengobati penyakit tumor. Inilah prinsip yang disebut “menggunakan sel-sel dari pasien untuk mengobati penyakit pasien sendiri”.

Keunggulan immunoterapi dalam pengobatan kanker ovarium

  1. Membunuh sel kanker, tidak ada efek samping, tidak merusak sel normal tubuh manusia.
  2. Secara efektif menekan sel tumor, mengontrol dan mengecilkan tumor, mencegah kambuh dan metastase.
  3. Mengontrol lesi lokal, memperbaiki gejala klinis, meringankan penderitaan pasien, meningkatkan kualitas hidup.
  4. Dikombinasi dengan operasi, radioterapi dan kemoterapi dapat meningkatkan hasil pengobatan mengurangi keracunan dan juga cocok bagi pasien kanker stadium lanjut yang kehilangan kesempatan untuk operasi, radioterapi dan kemoterapi.