Obat Alami Untuk Penderita HIV

HIV / AIDS adalah penyakit yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh manusia. AIDS adalah tahap akhir dari infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Jika orang dengan HIV positif tidak http://hiv.autoimuncare.com/diberi obat HIV maka kondisinya akan semakin memburuk ketika menjadi AIDS, di mana sistem kekebalan tubuh berhenti bekerja. Dengan demikian sistem kekebalan tubuh tidak mampu melindungi tubuh dari berbagai jenis penyakit atau infeksi. Virus HIV AIDS dapat ditularkan dari orang HIV positif melalui pertukaran cairan tubuh. Hal ini dapat terjadi melalui hubungan intim, transfusi darah, jarum suntik serta dari ibu ke anak selama kehamilan.

Gejala HIV

Berikut beberapa Gejala HIV yang dapat terjadi:

1.Demam

Salah satu gejala paling umum dari ARS adalah demam ringan, hingga 102 derajat Fahrenheit. Demam itu biasanya disertai kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan. Pada titik ini, virus bergerak masuk ke aliran darah dan mulai mereplikasi dalam jumlah besar.

2.Kelelahan

Gejala lain ARS adalah Anda mulai merasa lelah akut dan lesu. Ini karena kekebalan tubuh Anda sudah mulai dikacaukan oleh HIV. Seorang penderita HIV bahkan bisa kehabisan nafas hanya karena berjalan.

3.Sakit tenggorokan dan sakit kepala

Sakit pada tenggorokan dan kepala disebut Horberg bisa jadi bagian dari gejala anda terserang HIV. Namun untuk membuktikan gejala ini sebagai tanda Anda terkena HIV, biasanya perlu dites laboratorium terlebih dulu.

4.Nyeri otot dan sendi

ARS kadang disalahartikan sebagai gejala flu, sifilis, atau hepatitis. Tak heran, karena gejalanya memang mirip, yakni nyeri pada persendia, otot, dan kelenjar getah bening yang kebanyakan berada di pangkal paha, ketik, dan leher.

Faktor Risiko HIV AIDS

HIV / AIDS telah membunuh lebih dari 25 juta orang di 3 dekade terakhir. Salah satu alasan utama mengapa HIV / AIDS menyebar begitu luas adalah kurangnya pengetahuan tentang faktor risiko dan penularan HIV.

Kurangnya pengetahuan tidak terbatas pada orang-orang yang tinggal di daerah terpencil. Mungkin di masa depan kita bisa memiliki Obat HIV AIDS terbaru, tapi sampai saat ini mengetahui faktor risiko adalah cara terbaik untuk menjauh dari HIV. Berikut adalah faktor risiko yang harus Anda perhatikan terkait dengan cara penyebaran dari virus hiv ini, yaitu:

– Penyalahgunaan obat.

– Berhubungan intim tanpa pengaman.

– Bergonta ganti pasangan intim.

– Kelalaian dalam praktek medis.

– Penyakit menular seksual lainnya.

– Transfusi darah yang terkontaminasi virus HIV.

– Jarum suntik yang terkontaminasi.

– Penularan dari ibu ke anak.

– Membuat Tatto yang menggunakan jarum tidak steril.

Virus HIV ini tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia dan mati dengan cepat ketika cairan tubuh yang terkandung mengering. Inilah sebabnya mengapa tidak dapat ditularkan melalui serangga, dan tidak bisa menyebar seperti virus flu.

Selain itu juga virus hiv tidak dapat ditularkan melalui air liur, bersin akibat flu, batuk, ciuman, berbagi pemakaian perlengkapan makan ( piring, sendok, gelas ) atau pemakaian peralatan mandi secara bersama-sama (handuk ataupun sikat gigi), pemakaian fasilitas umum seperti toilet umumĀ  ataupunĀ  kolam renang.

Obat Herbal

  1. Sambiloto

Sambiloto itu merupakan tanaman liar yang berkhasiat tinggi yakni mampu mengobati berbagai jenis penyakit seperti penyakit hiv. Jenis tumbuhan ini juga bisa dijumpai di tempat-tempat seperti pinggir sungai, kebun, tanah kosong yang lembab / dihalaman rumah.

Didalam tanaman sambiloto ini terdapat kandungan andrographolice & panicolin yang bermanfaat untuk menaikkan sistem imunitas tubuh. Tanaman ini juga dipercayai bisa mencegah virus HIV/AIDS. Itulah sebabnya di negara Amerika Serikat, tanaman ini telah dijadikan sebagai obat hiv.

  1. Terapi dengan Bawang Putih

Bawang putih dipercaya bisa mengendalikan perkembangan atau infeksi virus. Bahkan bawang putih juga bisa membuat berbagai gejala yang berhubungan dengan sistem kekenalan tubuh menjadi lebih ringan.

Penderita yang memilih perawatan medis dengan obat-obatan ARV atau ART bisa mengurangi berbagai efek samping dengan makan bawang putih. Bawang putih bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga kesehatan menjadi lebih baik.