Tim nasional balap sepeda Indonesia berhasil menjuarai ajang Tour de Jakarta. … "kami berharap di TdS mendapat hasil yang terbaik
Standard

Obat Kanker Ovarium

Obat Kanker Ovarium

Kanker ovarium adalah kanker yang tumbuh pada ovarium atau indung telur, kanker ini berada di posisi ke 7 paling umum menyerang kaum wanita. Kebanyakan wanita yang terserang kanker ovarium adalah usia 50 tahun ke atas atau sudah mengalami menopause, meskipun begitu kanker ovarium bisa juga menyerang wanita di segala usia. Ada 3 jenis kanker ovarium, ketiga jenis ini ditentukan dengan sel mana yang diserang oleh kanker tersebut dan juga obat kanker ovarium.

Yang pertama adalah kanker epitelial yang menyerang bagian yang membungkus ovarium, yang kedua adalah kanker stromal yang menyerang jaringan sel-sel penghasil hormon, dan yang ketiga adalah kanker sel germinal yang menyerang sel-sel penghasil telur. Jenis kanker ovarium yang sering menyerang wanita di usia yang lebih muda adalah kanker sel germinal.

Gejala-gejala kanker ovarium diantaranya adalah:

– Mudah merasa lelah

– Sering merasa kenyang

– Kembung terus menerus

– Kehilangan nafsu makan

– Sering muntah dan BAB

– Kehilangan berat badan

– Pendarahan pada vagina

– Ukuran perut yang membesar

– Sering merasa sakit perut

– Sering merasakan sakit kepala

  1. Pengobatan kanker ovarium dengan radioterapi

Menurut type jaringan yang berbeda pada kanker ovarium, maka tingkat kepekaan terhadap radioterapi juga berbeda, dysgerminoma paling peka terhadap radioterapi, granulosa sel tumor memiliki kepekaan sedang.

Epitel tumor juga memiliki tingkat kepekaan tertentu penyinaran setelah operasi diutamakan terhadap lesi tumor yang masih tersisa di rongga perut pasien yang masih ada tersisa lesi tumor kecil tetapi tidak terjadi adhesi di rongga perut dapat melakukan perfusi radionuklida pada saat 7-14 hari setelah operasi.

  1. Pengobatan kanker ovarium dengan cara tradisional China medikal

Pengobatan herbal tradisional China medikal terhadap kanker ovarium dilandasi dengan pandangan secara holistic (keseluruhan), menyesuaikan endokrin secara keseluruhan, agar peredaran darah lebih aktif dan sehat, karena bagi kaum wanita, darah merupakan materi dasar menstruasi.

Apabila fungsi organ terganggu, aliran energi dan darah juga terpengaruh, berdampak juga pada fungsi penyimpanan darah, dapat menyebabkan terjadinya banyak macam penyakit ginekologi.