Tim nasional balap sepeda Indonesia berhasil menjuarai ajang Tour de Jakarta. … "kami berharap di TdS mendapat hasil yang terbaik
Standard

Obat Kanker Yang Berasal Dari Alam

Obat Kanker Yang Berasal Dari Alam

Tanaman Obat Yang Berasal Dari Alam yang dapat dijadikan obat kanker biasanya dilakukan untuk mengatasi pertumbuhan sel kanker, tanaman obat kanker alami dapat di pilih sebagai pilihan pengobatan. Beberapa tanaman obat kanker alami yang berkhasiat mengatasi pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Tanaman obat kanker tersebut tidak menimbulkan efek samping jangka panjang karna tanaman obat kanker ini berasal dari alam. Berikut adalah beberapa tanaman obat kanker berasal dari alam, antara lain :

1. daun sirsak

Tanaman obat kanker daun sirsak mampu memperlambat dan membunuh sel kanker, hal karena kandungan acetogeninns yang dapat membunuh sel-sel kanker dan tanpa menggangu sel-sel tubuh lainnya yang sehat. Daun sirsak bekerja secara alami, aman dan efektif, tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang sering terjadi menggunakan terapi kemoterapi.

2. Keladi Tikus

Di Indonesia sudah banyak penelitian dilakukan atas tanaman ini. Dr. Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka IPB menemukan bahwa ekstrak Keladi Tikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin (enzim yang diduga sebagai promotor perkembangan kanker). Tak kalah menarik adalah hasil penelitian dari Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang membuktikan ektrak daun Keladi Tikus memotong rantai DNA sel kanker sehingga menggagalkan sel kanker berkembang. Tanaman obat kanker keladi tikus dapat dijadikan referensi sebgai pengobatan kanker herbal.

3. Sarang Semut

Tanaman obat kanker selanjutnya adalah sarang semut. Kandungan flavonoid dalam Sarang Semut berfungsi melawan tumor/kanker, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.Beberapa jenis kanker yang dapat disembuhkan dengan sarang semut adalah kanker, kanker hidung, kanker payudara, kanker lever, kanker paru-paru, kanker usus, kanker rahim, kanker kulit, kanker prostat, serta kanker darah (leukemia), kecuali kanker tenggorokan dan rongga mulut.