review buku tuberkulosis
Kesehatan,  Review Buku

Review Buku : Awas Bahaya Ancaman Tuberkulosis

Review Buku : Awas Bahaya Ancaman Tuberkulosis – Banyak yang menganggap remes, tuberculosis hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan di dunia. Dalam sebuah catatan WHO (2017) disebutkan bahwa di tahun 2016 ada sekitar 1,3 juta kematian akibat Tuberkulosis. Dan tamahan 374.000 kasus kematian adalah orang yang terkena HIV positif.

Diperkiraan ada 10,4 juta orang jatuh sakit dengan penyakit ini di tahun 2016. Rata-rata penyakit ini menyerang orang dewasa sekitar 90%. Sedangkan 65%nya adalah laki-laki, sedangkan 10% menyerang orang yang terkena HIV, dan mayoritas terjadi di Afrika.  Ada 57% penderita, tersebar di beberapa Negara seperti di India, Indonesia, cina, Filipina dan Pakistan.

Melihat potensi ini, tampak bahwa tuberculosis menjadi penyakit yang memberikan kewaspadaan sendiri. Kamu bisa mempelajari lebih lengkap penyakit ini di karya Retno Ardanari Agustin.

Buat kamu nih yang mencari buku untuk keperluan skripsi, dan referensi, kamu pun bisa dapatkan bukunya ini di Gudang Buku Penerbit Deepublish. Penasaran bukan, poin apa saja sih yang akan kamu pelajari di sana? Diantarannya akan mempelajari pokok poin berikut ini.

Review Buku : Awas Bahaya Ancaman Tuberkulosis

Bagaimana Proses Terjadinya Penyakit Tuberkulosis

Setelah kamu membaca di bagian bab pendahuluan, kamu akan mempelajari tentang proses terjadinya penyakit tuberculosis itu sendiri. Dimana perkembangan birus ini dpengaruhi oleh faktor risiko. Diantaranya karena faktor risiko. Munculnya faktor risiko tidak berarti bahwa suatu penyakit akan berkembang. Mtelainkan meningkatkan peluang bagi individu mengalami penyakit tertentu.

Maksud dari faktor risiko dalam hal ini bisa dipengaruhi oleh aspek lingkungan internal dan eksternal seseorang. Oleh sebab itu, perawat dan profesi kesehatan sering memberikan aspek-aspek tertentu untuk beberapa alasan. Itu sebabnya faktor risiko juga sering dimasukan dalam kategori yang berhubungan dengan genetic, fisiologik, usia, lingkungan fisik dan gaya hidup.

Nah, di bab inilah kamu akan dijelaskan secara lengkap unsur-unsur penyebab tersebut bisa mempengaruhi perkembangan penyakit tuberculosis satu ini. karena, ada banyak penjelasan spesifik dan penting yang hanya bisa dipahami, ketika kamu membaca langsung di dalam bukunya. Setidaknya pula, dengan mengetahui proses terjadinya, kamu pun bisa meminimalisir faktor potensi terserang penyakit ini.

Mengenal Lebih Jauh Tuberculosis

Istilah tuberculosis adalah istilah yang sebenarnya cukup asing untuk masyarakat. Nama memasyarakat dari istilah ini adalah TBC. Setelah tahu, pasti paham bukan apa itu TBC. Memang penyakit ini salah satu infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri tersebut adalah mycobacterium tuberculosis yang senang menyerang di paru-paru, tulang, hingga kelenjar getah bening. Termasuk pula organ tubuh seperti tuberculosis ekstra paru.

Bakteri ini memiliki sifat tahan terhadap asam dan mati jika terkena sinar matahari secara langsung. nah, fakta inilah yang mungkin tidak diketahui oleh banyak masyarakat. Pada umumnya, penularan tuberculosis bisa menular lewat dahak yang keluar. Misalnya lewat membuang ludah, bersin, udara dan masih banyak lagi. Nah, di buku ini pun juga akan dipaparkan secara pepidemologi, pathogenesis, patologi hingga cara penularannya juga loh.

Tuberculosis resisten obat (TB RO)

Barangkali kamu pernah mendengar Tuberculosis resisten obat? Jadi istilah TB RO ini merupakan kondisi dimana kuman tersebut tidak bisa mati dengan obat antiTB (OAT). Dimana penderita ini sudah terpapar oleh bakteri yang sudah resisten terhadap obat anti TB. Bisa juga karena adannya riewayat penyakit tuberculosis sebelumnya. Perlu diketahui pula, ada banyak faktor juga loh. Misalnya gagal terapi, penggunaan terapi yang tidak sesuai, gagal konversi dan masih banyak lagi. Di bab ini, kamu pun akan mempelajari kategorisasi yang mendapatikan resistensi terhadap OAT.

Tuberculosis tidak hanya menyerang pada orang dewasa. Pada anak-anak dan remaja pun bisa berpeluang. Rata-rata anak-anak dan remaja yang mengaami TBC ini akibat kontak dengan orang dewasa yang menderita resisten obat ini. sehingga sebagian besar dari mereka menderita pula.

Retno Ardanari Agustin juga menuliskan bahta tidak mudah untuk melakuka uji kepekaan obat pada anak, karena umumnya jumlah kuman yang sedikit dan ketidakmampuan untuk mengeluarkan dahak. Sehingga perlu upaya khusus untuk mendapatkan contoh uji sperti induksi sputum dan bilas lambung. Pilihan metode diagnosis pada anak yang diduga TB resistan obat adalah menggunakan tes cepat.

Tidak hanya mengulas beberapa bab di atas saja. Kamu pun juga akan mempelajari interaksi obat bagi pasien TBC. Nah, di paparkan pula bagaimana sih cara pencegahan agar tidak terkena adan tidak tertular penyakit satu ini. semuanya akan di ulas di dalam buku ini.

Buku ini cocok buat mahasiswa atau pelajar yang mengambil jurusan keperwawatan. Karena di bab 7 diulas pula asuhan keperawtan bagi pasien tuberculosis itu sendiri. Semoga dengan ulasan dan pemaparan ini bermanfaat.

Terimakasih sudah membaca artikel yang berjudul tentang Review Buku : Awas Bahaya Ancaman Tuberkulosis. Semoga bermanfaat.

Baca juga : Kajian Dalam Buku Perilaku Seksual Pada Remaja