buku fisika kesehatan dalam perawatan
Review Buku

Buku Fisika Kesehatan Dalam Keperawatan

Buku Fisika Kesehatan Dalam Keperawatan – Semakin berkembang teknologi, tentu saja dari segi infrastruktur kesehatan dan keperawatan pun juga berkembang.

Terobosan penting dalam bidang ilmu dan teknologi, yang memberikan sumbangan yang berharga dalam diagnosis dan terapi berbagai penyakit, termasuk penyakit yang menjadi lebih penting secara epidemiologis sebagai konsekuensi logis dari pembangunan di segala bidang yang telah meningkatkan kondisi sosial ekonomi. 

Berbicara kesehatan dalam keperawatan ada istilah isotop radioaktif. Dimana penggunaan isotop radioaktif dalam kedokteran yang digunakan untuk pengobatan penyakit tuberculosis pada kulit. Ilmu fisika yang fokus di dunia medis, disebut fisikawan medis.

Dimana fisikawan medis dituntut untuk berkreasi atau meneliti untuk dapat meneliti keakuratan sistem, metode dan peralatan yang dipakai dalam menjaga keakuratan dosis radiasi. 

Secara garis besar, ada beberapa bab yang akan dibahas di dalam buku karya Asriwati, dalam buku Fisika Kesehatan dalam Keperawatan. Diantaranya tentang biomekanika, konsep bioakustik, fluida, biolistrik dan masih banyak lagi. 

1. Biomekanika 

Buku fisika kesehatan dalam keperawatan juga akan memaparkan tentang biomekanika. Biomekanika sebagai bidang ilmu aplikasi mekanika pada sistem biologi. Biomekanika merupakan kombinasi antara disiplin ilmu mekanika menyangkut tubuh manusia dan hampir semua tubuh makhluk hidup. 

Prinsip mekanika dipakai dalam penyusunan konsep analisis, desain dan pengembangan peralatan dan system dalam biologi dan kedokteran. Ilmu biomekanika itu sendiri sebenarnya berkembang secara dinamis. Akan tetapi sebenarnya bidan gilmu ini sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. 

Di bab biomekanika itu sendiri termasuk akan mengulas tentang gerak dan gaya, biomekanik dan perancangan kerja dan prinsip pemasangan transaksi. Termasuk pula dalam pemeriksaan diagnostic dan prinsip perawatan traksi, termasuk akan dijelaskan tentang apa itu GIPS. 

2. Konsep Bioakustik 

Konsep bioakustik adalah perubahan mekanik terhadap zat gas, zat cair dan zat padat yang merambat ke depan dengan kecepatan tertentu yang sering menimbulkan gelombang bunyi. Gelombang bunyi ini merupakan vibrasi getaran dari molekul zat dan saling beradu satu dengan yang lain, yang akhirnya akan menghasilkan gelombang. 

gelombang bunyi akan menjalar secara transversal. Telinga berfungsi secara efisien untuk mengubah energi getaran dari gelombang menjadi sinyal listrik yang dibawa ke otak melalui syarat. Telinga manusialah yang menjadi detector bunyi yang juga sensitive. 

Ada beberapa hal penting terkait dengan konsep bioakustik, misalnya sifat dari kecepatan gelombang bunyi, dan seluk beluk tentang intensitas bunyi.

Tidak hanya mempelajari tentang sifat dan kecepatan gelombang, tetapi juga akan membahas tentang aplikasi gelombang bunyi dalam bidang kesehatan, dan proses pendengaran manusia hingga menyinggung tentang jenis gangguan pendengaran juga. 

3. Fluieda 

Fluida adalah bagian dari perubahan bentuk benda, termasuk benda cair, gas, padat dan panas. Fluida memiliki kemampuan untuk mengalir. Sifat ini biasanya disebabkan oleh sebuah fungsi dari ketidakmampuan dalam menggandakan tegangan geser.

Fluida adalah zat atau entitas yang terdeformasi secara berkesinambungan apabila diberi tegangan geser walau sekecil apapun tegangan geser itu. Dalam fisika, fluida diartikan sebagai zat yang dapat mengalir. 

Ada dua macam fluida, yaitu fluida statis dan fluida dinamis. Terkait pemaparan masing-masing jenis tersebut bisa kamu lihat di buku terbitan Deepublish.

Selain itu kamu juga akan diperkenalkan hidrodinamika, bunyi jantung, tekanan darah dan mempelajari hukum yang berlaku dalam pernapasan. Termasuk mempelajari pengaruh ketinggian terhadap tekanan dan pengaruh tekanan dalam pelayanan keperawatan. 

Baca juga : Cerdas Menguasai Ilmu Biokimia Pangan Dasar? Baca Buku Ini!

4. Biolistrik 

Biolistrik adalah daya listrik hidup yang terdiri dari pancaran elektron yang keluar dari setiap titik tubuh dan muncul akibat adanya rangsangan penginderaan.

Biolistrik juga merupakan energi yang dimiliki setiap manusia yang bersumber pada ATP (Adenosine Triphosphate), dimana ATP ini dihasilkan oleh salah satu energi yang bernama mitochondria melalui proses respirasi sel. 

Biolistrik juga merupakan fenomena sel. Dimana sel-sel tersebut mampu menghasilkan potensial listrik yang merupakan lapisan tipis muatan positif pada permukaan luar dan lapisan tipis muatan negatif pada permukaan dalam bidang bata. 

Di bab biolistrik juga akan memaparkan hukum dalam biolistrik dan sistem saraf pada manusia. Termasuk pula akan mengulas tentang neuron dan isyarat listrik tubuh. Di bab lain misalnya, juga akan memaparkan bio optic. Membicarakan optic, ada optika geometri dan optika fisik. 

Ketika mempelajari optic, sangat erat kaitannya dengan lensa. Di sana pun akan membahas kekuatan lensa dan kesesatan lensa. Di bab akhir, akan mengajak berkenalan dengan fisika radiasi dan instrumentasi dalam keperawatan.

Di sana ada beberapa jenis sinar radiasi, efek biologi radiasi, penyakit akibat radiasi dan  mengulas tentang ketelitian dan ketetapan. Termasuk penerapan prinsip fisika dalam pemeliharaan alat-alat. 

Buku ini sangat direkomendasikan buat mahasiswa keperawatan. Karena disana akan mempelajari keterkaitan dengan para pasien. Buku ini pun juga dapat kamu peroleh di marketplace.

Baca juga : (Review Buku) Narkotika dan Penanggulangannya