buku pengendalian mutu laboratorium medis
Review Buku

Buku Pengendalian Mutu Laboratorium Medis

Buku pengendalian mutu laboratorium medis ditulis oleh Agus Joko Praptomo. Selaku penulis mengajak kamu untuk mempelajari tentang dunia buku kesehatan. Apa saja? Diantarannya kamu akan belajar system manajemen mutu. Belajar tentang prosedur terdokumentasi dan praktek standar untuk menjamin kesesuaian manajemen.

Tujuan system mutu laboratorium medis menjamin kesesuaian dari proses dan produk terhadap kebutuhan atau persyaratan tertentu. Tujuan lain memberikan kepuasan kepada konsumen melalui pemenuhan kebutuhan dan persyaratan proses dan produk yang ditentukan pelanggan dan organisasi.

Nah, buat kamu nih yang terjun di dunia kesehatan, dan ingin mempelajari lebih lanjut seputar pengendalian mutu laboratorium medis, kamu bisa dapatkan buku terbitan Deepublish satu ini. Sebelum membeli, di sana kamu akan mempelajari tentang apa saja sih? Langsung saja, berikut spoiler buku pengendalian mutu laboratorium medis terbitan Deepublish. Semoga bermanfaat.

System Manajemen Mutu

Ketika mempelajari pengendalian mutu laboratorium medis, kamu akan belajar system manajemen mutu. Manajemen mutu selalu digunakan dalam manajemen rumah sakit. Tujuannya jelas, untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan memperbaiki mutu pelayanan.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan mutu, diantarannya dapat dilakukan dengan total quality management. Dimana manajemen ini bersifat berkesinambungan. Cara ini dirasa lebih efektif, karena dapat mendeteksi dan mengidentifikasi, apakah ada kesalahan dalam rangkaian pemeriksan atau tidak.

Praktek Laboratorium Yang Tepat

Tidak dapat dipungkiri, saat menjalankan pengendalian mutu laboratorium medis, mungkin kamu sering merasa kesulitan bukan? Sepertinya hal seperti ini tidak hanya kamu rasakan. Banyak yang merasakan hal-hal semacam ini. Nah di bab 2 kamu akan belajar praktek laboratorium yang baik dan benar tentunya.

Ada poin penting saat melakukan praktik laboratorium. Yaitu memperhatikan jaminan mutu harus memperhatikan pemantapan mutu internal dan pemantapan mutu eksternal. Selain itu, kamu juga perlu memperhatikan beberapa faktor pendukung lainnya, yang sekiranya dapat mempengaruhi mutu hasil laboratorium.

Di praktek laboratorium, kamu akan melakukan analissis sampel dan uji klinisi yang disesuaikan dengan persyaratan good clinical practice (GCP) dan GLP. GLP adalah dokumen formal rencana analisis yang menjelaskan semua aspek kerja yang dilakukan oleh fasilitas laboratorium. Setidaknya di sana kamu akan menemukan istilah baru dan mempelajari unsur-unsur terkecilnya.

Baca juga : Manajemen Informasi Kesehatan: Pengelolaan Dokumen Rekam Medis

Pengendalian Mutu Pada Tahap Pra Analitik

selain fokus pada pengendalian mutu laboratorium medis, sudah pasti juga akan memperhatikan mutu tahap pra analitik. Seperti yang kamu tahu, pengendalian mutu laboratorium memiliki tiga tahap, yaitu tahap pra analitik, analitik dan pasca analitik. Dari ketiga tahap tersebut, yang dititikberatkan dan sering di awasi di urusan administrasi hanya tahap analitik dan pasca analitiknya saja.

Kenapa demikian? Karena apabila terjadi kesalahan pada proses pra analitik dapat memberikan kontribusi kesalahan laboratorium sebanyak 61%. Sisanya apabila terjadi kesalahan analitik 25% dan paska analitik 14% saja. Nah, di bab ini, kamu akan belajar bagaimana tahap pra analitik yang baik, dan benar-benar diulas sangat detail. Kamu pun lebih bisa memahami pesan dan cara penyampaian yang tepat.

Pemantapan Mutu Eksternal

Di bab IV kamu akan diperkenalkan tentang pemantapan mutu eksternal. Pemantapan mutu eksternal termasuk kegiatan yang sifatnya periodik dan dilaksanakan oleh pihak luar laboratorium. Tentu saja tujuannya agar bisa mendapatkan ketepatan hasil pemeriksaan. Tahukah kamu, jika pemantapan mutu eksternal ini juga bisa digunakan untuk lingkup internasional, nasional hingga regional.

Penilaian pemantapan mutu eksternal diharapkan bisa mengetahui mutu hasil. Nah, setidaknya da tiga cara menilai pemantapan mutu eksternal. Pertama menggunakan cara kualitatif, dimana di sini kamu dapat melakukan penilaian lolos atau tidak lolos. Hanya saja, kelemahan ini kurang memberikan manfaat kepada laboratorium peserta karena tidak mengetahui seberapa jauh penampilan laboratoriumnya.

Kedua cara semikuantitatif, yaitu penilaian yang dilakukan dengan cara memberikan klasifikasi skala semikuantitatif. Terakhir adalah cara kuantitatif, adalah cara yang memberikan penilaian dengan cara memberikan angka atau skor. Cara ini lebih disukai karena lebih mudah untuk dilakukan pengukuran.

Pemantapan Mutu Internal

Menyinggung tentang mutu laboratorium, pastinya kamu juga akan berhadapan pada pemantapan mutu internal, yang merupakan rangkaian pemeriksaan analitik yang ditujukan untuk menilai kualitas data analitik yang menjadi bagian dari penjamin mutu. Nah, di sini kamu akan memeriksa bahan control yang telah diketahui kadar dan hasil pemeriksaan alat dengan rentang kadar bahan control.

Lalu, berapa sih idelanya kita bis amengetahui nilai benar dari kadar bahan control? Nah, tentu saja penentuannya tidaklah mudah. Nah, disinilah nanti kamu akan diajarkan bagaimana cara mengetahui true value dan akan dijelaskan pula tentang rumus untuk mendapatkan rata-rata dan semacamnya.

Buku setebal 143 halaman ini setidaknya akan membantu kamu dalam melakukan pengendalian mutu laboratorium medis yang lain. Misalnya aturan membentuk evaluasi pemeriksaan grafik control bisa menggunakan westgard multirules quality control dan lain-lainnya. Di jamin deh, kamu akan dapatkan banyak pelajaran dan ilmu baru di buku ini. Terkait pemesanan, kamu bisa dapatkan buku tersebut di sini (irukawa Elisa)

Dapatkan sekarang >> Buku Pengendalian Mutu Laboratorium Medis