manajemen informasi kesehatan
Kesehatan

Manajemen Informasi Kesehatan: Pengelolaan Dokumen Rekam Medis

Buku manajemen informasi kesehatan: Pengelolaan Dokumen Rekam medis menjadi bagian dari rumah sakit. Peranannya pun bertanggungjawab dalam mengarsipkan riwayat kesehatan pasien yang masuk di dalam rumah sakit.

Buku karya Irmawati Mathar mengulas buku ini dengan cakupan medis yang cukup luas. Tampak di sana mengulas tentang cakupan lingku rekam medis, prosedur menjalankan rekam medis, serta menjelaskan dasar hukum dalam menjalankan rekam medis yang baik dan benar.

Buku setebal 235 halaman ini diperuntukan oleh mahasiswa yang sedang mempealajari rekam medis. Adapun beberaepa ulasan yang mengulas di dalam sini. Apa sajakah itu? Langsung saja, kita simak ulasannya berikut ini.

Sekilas Tentang Manajemen Informasi Kesehatan dan Rekam Medis

Jadi buku ini juga mengawali dengan pengantar cakupan rekam medis kesehatan. Secara singkat, rekam medis adalah fakta yang berkaitan dengan keadaan pasien, riwayat penyakit, pengobatan masa lalu dari si pasien. Tentu saja bagi pasien yang sudah menjadi anggota rumah sakit. Nah bagi pasien baru, biasannya akan dituntut untuk mendaftar menjadi anggota rumah sakit terlebih dahulu, agar data pasien tercatat.

Di industry rumah sakit, dokumentasi rekam medis sangat penting. Karena merekam temuan, pengamatan tentang riwayat kesehatan dan penyakit termasuk penyakit masa lalu dan sekarang. Rekam medis inilah, yang nantinya akan membantu dokter dalam menangani dan melihat riwayat serta melihat tindakan yang ditangani oleh seorang dokter.

Dilihat dari tujuannya, rekam medis memiliki tujuan primer atau tujuan utama, yaitu demi kepentingan pasien, memudahkan bagi pihak pemberi layanan kesehatan, membantu manajemen pelayanan pasien, serta juga dapat membantu bagi penunjang pelayanan pasien. Dan ternyata juga dapat memudahkan dalam pembayaran dan penggantian biaya.

Jika tadi ada Tujuan Primer, ada pula tujuan sekunder dari rekam medis. Tujuan sekunder tersebut meliputi dalam hal edukasi, peraturan, riset, pengambilan kebijakan dan industry. Dari kelima tujuan sekunder tersebut pun diuraikan lebih detail di dalam bukunya. Kamu bisa dapatkan bukunya di sini.

Sistem Registrasi dan Identifikasi Pasien

Buku keluaran Deepbulish ini cocok dibaca oleh kamu yang kuliah dan mengambil konsentrasi rekam medis atau manajemen kedokteran. Adapun ulasan yang dibahas dalam buku ini, yaitu mengulas tentang system regulasi dan identifikasi pasien. Di dalam bab ini dijelaskan bahwa system registrasi dan identifikasi pasien memiliki tujuan pembelajaran dan pencatatan dokumen rekam medis. Tentu saja, ini tidak bisa dilakukan sembarang orang.

Jadi, bagi kamu yang nantinya akan mengurus tentang rekam medis, kamu juga perlu tahu tata cara identifikasi dan registrasi penulisan nama pasian, serta tahu bagaimaana tata cara system penomoran medis. Memang kelihatannya hal sepele dan kecil yang dilakukan, namun hal-hal semacam ini penting dan perlu dipelajari.

Mengulas TPPRJ dan TPPRI

Istilah TPPRJ adalah pelayanan rekam medis yang dirawat jalan. Sedangkan TPPRI adalah peyalanan Prekam medis rawat inam. Nah, dua hal ini pula yang juga kamu kuasai nih. Bagaimana dan seperti apa menghadapi pasien yang rawat jalan dan pasien yang rawat inap.

Jadi buku ini menjelaskan lebih detail setiap masing-masing yang harus disikapi. Di bab empat misalnya, juga dijelaskan bagaimana menyikapi pasien yang membutknan perawatan di runag IGD. Tentu saja juga akan berbeda dengan pasien yang rawat jalan dan rawat inam bukan.

Assembling

Tentu kamu yang sudah terbiasa belajar dan membaca buku kedokteran sudah tidak asing lagi dengan istilah assembling (perakitan). Assembling adalah perakita dokumen rekam medis dengan menganalisis kelengkapan berkas rekam medis.

Proses dan tahap assembling rekam medis inilah yang merupakan tahap proses mengumpulkan kemudian mengurutkan berkas berisi dokumen identitas, pengobatan, pelayanan yang diberikan kepada pasien.

Buku manajemen informasi kesehatan ini juga menyampaikan cara merakit kembali formulir rekam medis bersamaan dengan itu melakukan kegiatan penelitian terhadap kelengkapan data rekam medis pada setiap lembar formulir rekam medis sensus dengan khasusnya. Info lebih lanjut, dapat di beli bukunya langsung.

Koding dan Indeksing

Tenryata yang mempelajari koding tidak hanya seorang progremer. Tetapi dibidang kedokteran pun juga ada koding. Hanya saja, koding di sini bentuknya bukan koding seperti teleinformatika. Koding yang dimaksud dalam hal ini adalah kode yang menggunakan huruf dan angka yang dikombinasikan dengan huruf juga.

Meskipun cara penulisan seperti itu, ternyata itu ada standar yang digunakan. Karena penulisan ditulis menggunakan bahasa kode, maka hanya pihak kedokteran saja yang bisa membaca kode dan indeks seperti ini. Oleh sebab itu, di dalam buku ini juga ada standard an etik pengkodean yang tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Selain koding, ada juga pengindekan. Indeks dalam hal ini adalah daftar istilah penting yang tersusun secara alfabetik untuk memberi informasi tentang halaman. Jadi indeks yang dimaksud dalam rekam medis adalah daftar penting yang disusun sesuai kebijakan institusi/rumah sakit penyelenggara, baik secara manual ataupun secara elektronik. Tujuannya jelas memudahkan dalam pencarian kembali kata. Nah, ulasan lebih detail tentang Indeks, kamu dapat mengulik lebih dalam di buku.

Nah, apakah kamu tertarik ingin mempelajari lebih lanjut tentang buku manajemen informasi kesehatan tentang rekam medis? Untuk kamu yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, bisa didapatkan di sini.

Baca juga : Cakupan Buku Psikologi Perkembangan

Kontributor : Irukawa Elisa