psikologi komunikasi
Review Buku

Psikologi Komunikasi Teori dan Praktek

Psikologi komunikasi teori dan praktek karya Markus Utomo Sukendar buku yang pas dan tepat kamu miliki. Terutama buat kamu yang mengambil jurusan psikologi komunikasi.

Menyinggung tentang psikologi komunikasi pasti sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam kehidupan sehari-hari, kita masih akan terus melakukan komunikasi dengan satu orang ke orang lain.

Bahkan, dari banyak disiplin ilmu menjadikan komunikasi sebagai sarana transformasi pengetahuan. Menurut Ashley M Sistemontagu, komunikasi merupakan bagian yang mendasar dalam relasi dan mengubah kepribadian seseorang. Kamu juga pasti tahu kompleksnya komunikasi, sampai-sampai ada ilmu yang mempelajari perilaku orang lain dari sisi psikologisnya.

Psikologi komunikasi memang memiliki banyak pemahaman yang sangat luas. Psikologi komunikasi tidak hanya mencakup komunikasi verbal saja, tetapi juga ada banyak hal lebih tak tampak.

Misalnya energy penyampaian, gelombang suara, gtanda, system atau organisme dan masih banyak lagi. Dimana mereka semua dapat digunakan untuk melihat suansa, dan tendensi yang disembunyikan oleh lawan bicara.

Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan mengajak kamu spoiler isi buku psikologi terbitan Deepublish satu ini. Sebenarnya apa sih isi buku setebal 76 halaman ini? langsung saja, simak ulasannya berikut ini.

Karakteristik Komunikasi Psikologi

Tahukah kamu ternyat apsikologi komunikasi memiliki karakteristik. Diantarannya bahwa psikologi komunikasi sebagai proses. Proses dalam hal ini disebutkan sebagai serangkaian tindakan ata peristiwa yang terjadi secara berurutan. Tidak hanya itu, proses komunikasi memiliki unsur dan komponen seperti pelaku, pesan dan masih banyak lagi.

Karakteristik komunikasi psikologi pun juga memiliki karakteristik sebagai media untuk mencapai tujuan masing-masing individu. Coba bayangkan jika kita tidak bisa berkomunikasi, kira-kira bisa tidak kita mencapai tujuan? Tentu saja sulit. Apapun tujuan kita, pastinya komunikasi dan interaksi sosial menjadi landasan utama.

Tidak sekedar itu saja, karaktersitisk komunikasi psikologi juga mendorong kita untuk turut berpartisipasi dari para pelaku yang terlibat. Adapun karakteristik yang lain, misalnya sebagai simbolis, transaksional dan menembus faktor ruang dan waktu.

Pendekatan Psikologi Tentang Manusia

Dari konsep psikologis, psikologi komunikasi dikelompokan menjadi beberapa pendekatan. Yaitu psikoanalisis, behaviorisme, psikologi kognitif dan psikologo humanistic. Dari keempat pendekatan tersebut tentu saja memiliki definisinya masing-masing.

1. Pendekatan psikoanalisis

Sigmund frued adalah pendiri psikonalisis. Pendekatan psikoanalisis menyampaikan bahwa perilaku manusia memiliki tiga kepribadian, yaitu Id, Ego dan Superego.

ID adalah kepribadian yang menyimpan dorongan biologis seperti hawa nafsu dan libido. Sedangkan ego berfungsi sebagai menjembatani tuntutan Id. Edo sebagai mediator hasrat hewani dan tuntutan rasional dan realistic.

Super ego adalah hati nurani yang merupakan internalisasi dari norma sosial dan budaya masyarakat. Superego inilah yang akan mengontrol atau menekan hasyarat. Super ego pulalah yang memunculkan perasaan bersalah.

2. Pendekatan behaviorisme

Pendekatan ini sebagai reaksi terhadap introspeksionisme dan psikoanalisis yang berbicara tentang alam bawah sadar yang tidak tampak.

Jadi, pendekatan ini perilaku yang tampak, dapat diukur, dapat diramal, dan dilukiskan. Meskipun demikian, ternyata tidak semua peirlaku dapat dibaca dari apa yang tampak. Masih banyak hal yang disembunyikan.

Perlu kamu tahu nih, bahwa teori behaviorisme dipengaruhi oleh tiga konsep, yaitu paham empirisme karya John Locke, paham hedonism dan paham utilitarianisme. Dari ketiga konsep behaviorisme tersebut memiliki tentu saja di dalam buku ini dijelaskan lebih detail.

Baca juga : Rekomendasi 5 Buku Kesehatan Terbaik

3. Pendekatan kognitivisme

Pendekatan ini lebih menekankan pada analisis perilaku yang tampak saja. Apa yang tampak dapat diukur, dilukiskan dan diramalkan. Dalam psikologi, pendekatan kognitivisme lebih akrab dengan teori belajar. Pendekatan satu ini tidak mempersoalkan manusia itu baik atau jelek. Tetapi mereka hanya ingin mengetahui bagaimana perilakunya dikendalikan oleh faktor lingkungan.

Konsep pendekatan kognitivisme dibagi menjadi tiga paham. Pertama paham empirisme, yang menekankan bahwa manusia sejak lahir tidak memiliki warna mental. Warnanya diperoleh dari pengalaman, dipengaruhi oleh pengalaman inderawi.

Kedua, paham hedonisme memandang bahwa manusia sebagai mahluk yang bergerak untuk memenuhi kepentingan dirinya sendiri, mencari kesenangan dan mengurangi penderitaan. Terakhir paham utilitarianisme, yang memandang seluruh manusia tunduk pada prinsip gandajaran dan hukuman.

4. Pendekatan kognitivesme

Pendekatan kognitivisme sebagai paradigm baru bahwa manusia tidak lagi dipandang sebagai mahluk yang bereaksi secara pasif pada lingkungan tapi sebagai mahluk yang bereaksi secara pasif pada lingkungan tapi sebagai makhluk selalu memahami lingkungannya, yang berfikir.

Buku yang diterbitkan pertamakali pada tahun 2017 yang lalu ini akan mengulas beberapa poin. Yaitu mempelajari faktor personal dan situasonal perilaku manusia. Tentu saja di sana ada banyak faktor. Misalnya faktor dari diri individu dan faktor situasional. Di bab lain, kamu akan belajar tentang system komunikasi interpersonal itu bagaimana seperti apa.

Memang ada banyak elemen dasar yang akan kamu pelajari dalam psikologi komunikasi. Nah, buat kamu nih yang ingin mempelajari system komunikasi intrapersonal, setidaknya di sana kamu akan mempelajari tentang sensasi, persepsi, memori dan berfikir.

Di mana dari beberapa poin ini akan membantuk konsep diri seseorang dan mempengaruhi hubungan interpersonal. Buat kamu yang tertarik dan ingin ulasan lebih lengkapnya, kamu bisa dapatkan bukunya di sini. Di jamin, harga lebih ramah kantong (irukawa Elisa).