buku teknik laboratorium
Review

Review Buku Teknik Laboratorium – Penanganan Bahan Kimia

Buku teknik laboratorium karya Wawan Muliawan menyampaikan pentingnya pengelolaan laboratorium, khususnya dalam hal penanganan bahan kimia di laboratorium. Seperti yang kita tahu bahwa laboratorium hampir disetiap sekolah menengah atas pasti ada laboratorium. Tetapi belum semuanya paham bagaiamana merawat dan menyikapi laboratorium.

Membicarakan teknik laboratorium, maka berkaitan erat dengan yang namannya pengelolaan laboratorium. Pengelolaan laboratorium adalah tanggug jawab bersama. Setiap orang berhak untuk memelihara, mengatu dan mengusahakan keselamatan kerja. Tujuan akhirnya jelas, yaitu agar tetap bisa difungsikan sebagaimana seharusnya.

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan spoiler karya Wawan Muliawan, M.Pd. yang ditulis dalam buku berjudul teknik laboratorium. Langsung saja kita spoiler isi buku kimia yang satu ini, cekidot.

Aspek Pengelolaan Laboratorium

Pengelolaan laboratorium memiliki beberapa aspek. Ada aspek perencanaan, aspek penataan, aspek penataan administrasi, pengamanan, perawatan dan pengawasan. Pertama aspek perencanaan dengan tujuan merencanakan pengelolaan laboratorium agar kegiatan praktikum dapat berjalan lancar. Kedua, aspek penataan yang diharapkan mampu menata segala peralatan yang digunakan untuk praktik laboratorium agar terjaga dan rapi. Ketiga, pengadministrasian, diharapkan ada catatan surat masuk dan surat keluar bahan apa saja yang dibutuhkan untuk keperluan laboratorium.

Keempat, pengamanan dan pengawasan yang yang diharapkan dapat untuk mengkontrol dan meminimalisir kecelakaan di laboratorium. Kelima, perawatan alat agar alat dapat dignakan untuk lebih lama dan tetap awet. Terakhir, pengawasan yang diharapkan untuk memantau setiap kegiatan yang terjadi di laboratorium.

Alat Laboratorium

Di halaman kedua teknik laboratorium menjelaskan tentang pengenalan alat seperti bahan gelas. Ada banyak sekali macam-macam alat laboratorium yang terbuat dari gelas. Mulai gelas ukur, gelas beker, pengaduk gelasl, corong, Erlenmeyer, tabung teaksi, dan masih banyak lagi. Jumlahnya sampai tidak terhitung.

Selain dari bahan gelas, ada pula bahan yang terbuat dari bahan plastik. Adapun bahan yang terbuat dari bahan plastik pun masih kelompokan lagi menjadi beberapa kelompok. Ada alat yang yang sifatnya keras, tembus sinar, tembus pandang dan tidak tembus sinar.

Ada bahan yang terbuat dari bahan plastik yang berupa PTFE (Teflon) polipropilena, TPX dan PVC. Dari bahan –bahan tersebut, kamu bisa membaca ulasan lengkapnya di sana. Adapun bahan yang terbuat dari plasti, diantarannya adalah gelas ukur plastik, pipet plastik, mikropipet dan pH meter.

Penanganan Bahan Kimia

Sifat bahan kimia terbagi sifat fisis dan sifat kimia. Sifat-sifat ini meliputi wujud, warna, bau, berat jenis, titik dan masih banyak lagi. Sifat-sifat bahan kimia disinilah aka nada banyak sekali pembahasan lanjutan. Misalnya di halaman 41 akan dijelaskan tenganb bahan kimi beracun (toxin). Barangkali kamu sudah tidak asing dengan istilah toxin adalah bahan kimia yang dapat menyebabkan bahaya terhadap kesehatan manusia. Jika tidak hati-hati, dapat mengakibatkan kematian.

Selain toxin, di sini kita juga akan belajar tentang bahan kimia korosif (corrosive). Jadi corrosive merupakan reaksi kimia yang dapat mengakibatkan kontak dengan ajringan tubuh. Zat korosif dapat bereaksi dengan jaringan lainnya seperti mata, kulit hingga saluran napas. Adapun di bab ini kita juga akan belajar tentang bahan-bahan kimia yang sifatnya terbakar.

Bahan kimia yang mudah terbakar ini sering disebut dengan flammable. Dimana zat ini baru akan terjadi reaksi ketika bertemu oksigen, dan dampaknya dapat menimbulkan kebakaran yang sifatnya menimbulkan ledakan. Adapun cairan yang sifatnya juga mudah terbakar selain oksien, diantarannya adalah volatile, uap cairan dapat terbakar, uap cairan lebih menimbulkan api dan terjadinya penguasapan bervariasi.

Mengenal Bahan dan Cara Kerja di Laboratorium

Ternyata saat mempelajari ilmu teknik laboratorium, kita juga harus tahu cara kerja di laboratorium. Karena jika salah bersikap atau mencampur, bisa saja langsung menimbulkan kecelakaan. Misalnya kebakaran, campuran bahan kimia meledak dan segala macam hal. Di sini ada aturan dan kode etik setiap kali hendak menuangkan bahan.

Peralatan dasar juga dapat digunakan alat untuk menuangkan bahan kimia dari satu wadah ke wadah lainnya. Menyinggung ketika hendak melakukan penuangan bahan kimia, butuh kecermatan dan ketelitian. Itu tadi, jika salah perlakuan, bisa menimbulkan bencana. Oleh sebab itu di bab ini disampaikan dan diajak mengenali bahan dan cara kerja di laboratorium yang baik dan benar.

Sebagai contoh, misalnya diajarkan cara menuangkan bahan padat, menuangkan bahan cair, hingga sampai memelajari bagaiman ateknik laboratorium ketika menimban bahan dan memanaskan bahan. Hal lain yang sering kita temui adalah saat hendak menerapkan teknik laboratorium, pastinya akan menyeterilkan alat dan bahannya terlebih dahulu bukan?

Nah, ternyata selama melakukan sterilisasi ada beberapa prinsip. Yaitu sterilisasi secara mekanik yang kemudian disebut dengan filtrasi, ada pula yang namannya sterilisasi fisik yang bisa dilakukan dengan cara pemanasan dan penyinaran dan terakhir dengan cara sterilisasi secara kimia. Nah dari sterilisasi kimia ini pun juga memiliki aturan main yang benar itu bagaimana dan seperti apa. Kamu bisa pelajari lengkapnya di bukunya langsung.

Baca juga : Buku Pengendalian Mutu Laboratorium Medis

Nah itulah tiga teknik laboratorium. Sebenarnya di sini kamu juga akan mempelajari beberapa ilmu lain seperti, mengenal tentang larutan dan pereaksi, mikroskop, mengenal bahan dan cara kerja laboratorium dan masih banyak lagi. Buat kamu yang tertarik dan ingin mendapatkan bukunya, bisa beli di sini.