fakultas kedokteran
Insight

4 Syarat Masuk Kuliah Kedokteran

4 Syarat Masuk Kuliah Kedokteran – Apakah kamu ingin menjadi dokter? Jika iya, apakah kamu sudah mengetahui syarat masuk kuliah kedokteran? Seperti yang sudah banyak diketahui, masuk jurusan kedokteran memang tidak mudah. Hal ini wajar mengingat tanggung jawab dokter yang menyangkut jiwa manusia. 

Sulitnya masuk jurusan kedokteran terutama di perguruan tinggi memang menjadi satu fenomena yang menarik. Jika ditanya, apa sih pilihan jurusan kuliah yang paling bergengsi di Indonesia? Mungkin banyak yang bakal jawab, jurusan Kedokteran!

Ya, tiap tahunnya ribuan lulusan SMA bersaing ketat untuk masuk jurusan yang biasanya memiliki “passing grade” paling tinggi ini. Motivasi para lulusan SMA yang mau masuk jurusan Kedokteran pun beragam macamnya.

Mulai dari anggapan jadi dokter keren, hingga dokter merupakan pekerjaan mulia. Apapun motivasinya, sebenarnya sah-sah saja, asalkan ketika sudah menjadi dokter, kamu bisa bekerja dengan integritas. 

Nah sebelum mengulas lebih jauh tentang syarat masuk kuliah kedokteran, mari kita bahas tentang kuliah kedokteran terlebih dahulu.  

Apa sih Ilmu Kedokteran Itu? 

Menurut Merriam-Webster, Ilmu Kedokteran didefinisikan sebagai ilmu atau seni yang berkecimpung dalam pemeliharaan kesehatan, serta pencegahan, pengobatan atau penatalaksanaan penyakit.

Dari kata-kata “kesehatan” dan “penyakit”, kita dapat menyimpulkan bahwa ada faktor tertentu yang bisa dipengaruhi “kesehatan” dan “penyakit” ini, yaitu tubuh manusia.

Dengan kata lain, Ilmu Kedokteran adalah ilmu yang mempelajari cara kerja tubuh manusia, kesetimbangannya, faktor-faktor yang dapat mengganggu fungsi dan kesetimbangan tersebut, serta cara mempertahankan dan mengembalikan ketidakseimbangan dan gangguan fungsi tersebut ke fungsi dan kesetimbangan yang normal.

Syarat Masuk Kuliah Kedokteran 

Dari definisi singkat tentang Ilmu Kedokteran, kita bisa menjabarkan skills apa aja nih yang dibutuhkan untuk mendalami ilmu ini.

1. Pemahaman Konsep yang Kuat di Biologi, Kimia, hingga Fisika dan Matematika

Masuk ke jurusan ilmu kedokteran tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan satu mata pelajaran saja. Misal anggapan yang sering terjadi, “nilai biologiku bagus nih, masuk kedokteran aja deh. Biarpun nilai matematika, fisika ku jelek.” 

Ya, tidak sedikit yang ingin kuliah kedokteran semata-mata karena suka atau punya nilai Biologi yang bagus di SMA. Ini adalah kesalahan besar yang selalu terjadi berulang setiap tahunnya di kalangan mahasiswa baru Kedokteran. Untuk bertahan menjadi mahasiswa Kedokteran dan menjadi dokter yang handal di masa depan, tidak cukup hanya melihat kemampuan Biologi SMA aja.

Belajar tentang tubuh manusia di tingkat kuliah kedokteran itu jauh berbeda dibandingkan belajar Biologi di SMP dan SMA. Di SMA, mungkin kamu akan “selamat” jika bisa sekadar menghafal nama-nama dan urutan tulang dengan benar.

Di SMA, mungkin kamu masih bisa mendapat nilai bagus atau bahkan dapat ranking jika bisa menghafal fungsi dan penyakit Sistem Reproduksi Manusia tanpa memahami keterkaitannya dengan organ lain yang dipelajari di bab-bab sebelumnya.

Tapi saat kuliah S1, ilmu ini berbeda sekali. Ilmu Kedokteran tingkat perkuliahan jauh lebih terpadu dan fokus pada kesetimbangan tubuh.

Kamu tidak cukup hanya mengenal, tapi kamu juga harus memahami fungsi dari benda-benda dan roda-roda mesin yang ada di dalam tubuh manusia beserta INTERAKSINYA hingga dapat berfungsi dengan penuh.

Ketika mempelajari penyakit yang menyerang suatu organ, kamu harus bisa mengkoneksikannya dengan kondisi organ-organ lain, bahkan menganalisisnya sampai tahap sel.

Kalau kamu menganggap fisika tidak berperan dalam ilmu kedokteran, hal ini juga salah besar. Jangan salah, ilmu fisika juga dipakai dalam kuliah kedokteran. Contohnya: 

  • Pemahaman konsep Fisika Kuantum akan membantu kamu memahami bagaimana alat X-Ray bekerja.
  • Jika kamu tidak menguasai konsep Vektor di Fisika SMA, kemungkinan kamu akan kesulitan memahami sistem EKG dan alat rekam jantung sebagai salah satu alat emergensi di dunia medis.
  • Jika kamu tertarik menjadi Dokter bidang rehabilitasi atau Bedah Tulang, konsep Sistem Katrol dan Kesetimbangan Momen di Fisika akan sangat membantu menjadi dasar penatalaksanaan/treatment untuk patah tulang, misalnya. Dan masih banyak lainnya. 

2. Kemampuan Berpikir Kritis

Syarat masuk kuliah kedokteran yang kedua yakni kamu harus mampu berpikir secara sistematis. Mengapa demikian? 

Pada dasarnya, ilmu Kedokteran sangat fokus pada interaksi antar sel dan sistem organ tubuh. Tubuh manusia bisa dianalogikan sebagai suatu pabrik yang terbagi menjadi berbagai unit kerja.

Tubuh manusia membentuk suatu alur yang dalam fungsi optimalnya dapat memberikan dan memasok segala macam zat yang diperlukan untuk menjalankan fungsi kehidupan. Di sisi lain, tubuh manusia juga dapat mengeluarkan segala zat sisa atau racun yang dihasilkan sistem kehidupan tersebut. 

Ketidakseimbangan antara keduanya menjadi salah satu penyebab dan gejala penyakit. Oleh karena itu, dalam memahami tubuh manusia secara keseluruhan, dibutuhkan skill untuk berpikir secara menyeluruh atau sistematis. Kita ga bisa menganalisis suatu organ secara parsial/terisolasi dari organ lainnya seperti pendekatan belajar pelajaran Biologi di SMA pada umumnya. 

Nah, skill berpikir sistematis ini justru lebih mirip dengan skill yang dipakai oleh mereka yang sekolah Teknik Kimia dan Teknik Industri. 

3. Skill Bahasa Inggris

Syarat masuk kuliah kedokteran selanjutnya adalah kamu perlu menguasai bahasa Inggris paling tidak. Kenapa? Sebab buku referensi yang akan kamu jadikan acuan kebanyakan dari Bahasa Inggris dan Bahasa Latin. 

Yap, kedokteran masa kini sangat erat dengan 2 bahasa, yaitu Bahasa Latin dan Bahasa Inggris. Yep, textbooks yang akan kalian pakai jadi bacaan wajib saat kuliah adalah buku berbahasa Inggris yang dipenuhi banyak istilah Bahasa Latin.

Jika kamu hanya mengandalkan kemampuan Bahasa Indonesia, bayangkan saja berapa lama kamu perlu menerjemahkan susunan kalimat panjang pada bukumu? Selain itu penerjemahan bahan ajar dan hasil penelitian ke Bahasa Indonesia bisa memakan waktu yang lama dan ongkos yang besar.

Rata-rata buku bidang kedokteran berbahasa Indonesia itu terlambat 5 tahun dibandingkan edisi bahasa Inggris! Artinya, kalo kalian bersikeras belajar dengan buku bahasa Indonesia saja, buku yang kalian baca itu sudah ketinggalan jaman selama 5 tahun ketika baru terbit. Apalagi jika kalian beli bukunya di pasar/warung loak. Kebayang kan betapa ketinggalannya kalian nanti.

4. Badan yang Sehat

Syarat masuk kuliah kedokteran selanjutnya adalah berkaitan dengan fisik. Di Beberapa perguruan tinggi mensyaratkan hal ini untuk mempermudah mahasiswa dalam proses pembelajaran. Misalnya, dari segi penglihatan dan pendengaran. 

Respons suara di kedua telinga termasuk salah satu tes masuk perguruan tinggi di Fakultas Kedokteran. Sehingga kamu harus memastikan indera pendengar dalam keadaan normal dan baik-baik saja.

Sedangkan untuk tes penglihatan dibagi menjadi dua jenis yaitu tes buta warna dan tes kesehatan mata. Jadi tidak perlu khawatir jika kamu memiliki mata minus dan menggunakan kacamata, kamu masih memiliki peluang untuk masuk fakultas kedokteran kok.

Selain itu syarat masuk kuliah kedokteran juga diharapkan mahasiswa tidak mengidap penyakit yang menular dan berbahaya seperti TBC, dan juga mengikuti tes urine untuk mengetahui bahwa kamu bebas dari pengguna narkoba.